Jamur Merupakan tumbuhan yang mudah di jumpai dan banyak terdapat di alam bebas, misalnya di hutan atau kebun. Jamur dapat tumbuh di mana - mana, terutama pada mmusim hujan. Jamur sering juga di sebut dengan nama supa (sunda) atau mushroom (inggris). Varietas jamur yang ada di alam ini sangat banyak, masing - masing mempunyai ciri yang berbeda.
Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofil sehingga jamur tidak dapat menyediakan makanan sendiri dengan cara fotosintesis seperti tanaman yang berklorofil. Oleh karena itu, jamur mengambil zat-zat makanan yang sudah jadi yang di buat/ dihasilkan oleh organisme lain untuk kebutuhan hidupnya. Karena ketergantungannya terhadap organisme lain inilah maka jamur digolongkan sebagai tanaman heterotrofik. Sementara bagi tanaman yang dapat menyediakan makanan sendiri, seperti karbohidrat (gula, pati, dan lain-lain), disebut autotrofik.
Jenis Jamur dapat dibedakan berdasarkan sifat hidup dan hubungannya dengan keadaan lingkungan. Sifat - sifat itu antara lain sebagai berikut:
1. Simbiotik. yaitu hidup berdampingan dengan tanaman lain. Apabila hubungan itu saling menguntungkan maka disebut simbiotik mutualisme tetapi bila satu pihak di untungkan sedangkan pihak lain tidak dirugikan disebut simbiotik komensalisme.
Contoh : Amanita phalloides (jamur kematian), Amanita muscarea, Limacella guttata, Cystoderma amianthinum.
2. Parasit, yaitu mengambil makanan dari tumbuhan lain yang masih hidup,
Contoh: Omphalotus olearius, Armillariella mellea
3. Saprofit: yaitu hidup pada zat organik yang tidak diperlukan lagi (misalnya sampah).
Contoh: Macrolepiota procera, Leucoagaricus pudicus, Rhodotus palmatus, Pleurotus ostreatus.
4. Parasit dan sekaligus bersifat saprofit.
Contoh. Pleurotus cornucopiae, Pleurotus dryinus, Pleurotus eryngii (jenis jamur tiram)
Sekian Postingan pertama saya tentang jamur. Akan saya update segera blog ini lebih detail tentang jamur dan cara budi daya jamur tiram

Tidak ada komentar:
Posting Komentar